29 Maret 2009

Pembinaan Budaya Lokal di Sekolah

Kemarin, Sabtu, 28 Maret 2009, saya bertemu dengan orang yang bekerja di Dinas Pariwisata, kebetulan saat itu ada juga pegawai Dinas Pendidikan. Saya langsung kemukakan pendapat yang intinya “sesudah ada festifal budaya daerah bagi siswa, sebaiknya lima peserta terbaik dibina melalui pemberian kesempatan untuk tampil di tempat wisata dan kepada mereka dan atau sekolah mereka diberi insentif untuk pelatihan dan pengembangan budaya daerah di sekolahnya”.

Saya juga kemukakan bahwa tempat wisata akan banyak dikunjungi banyak siswa dari sekolah yang sama dengan siswa sekolah yang tampil saat itu. Kalau pengunjung tempat wisata harus membayar, maka akan ada penambahan pendapatan daerah. Awalnya mungkin saja pengunjung hanya berasal dari daerah setempat, tetapi kalau promosinya baik, tentu wisatawan asing pun akan berkunjung ke tempat wisata tersebut.

27 Maret 2009

Promosi Sekolah

Kebetulan ... betul-betul suatu kebetulan. Seorang teman sore itu mengajak saya ikut dalam rapat sebuah sekolah kejuruan yang kalau diukur secara bisnis saat itu mengalami kerugian. Jumlah siswa di sekolah itu dari kelas satu sampai kelas tiga tidak lebih dari dua puluh orang. Padahal sepuluh tahun yang lalu jumlah siswa di sekolah itu lumayan banyak. Para lulusannya pun tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan.

Sore itu rapat membahas tentang penyebab turunnya peminat ke sekolah tersebut. Kata mereka, beberapa lembaga yang semula bersedia menampung latihan kerja para siswa sekolah tersebut sekarang tidak bersedia lagi. Selain itu rapat juga membahas cara menarik minat para lulusan SMP atau yang sederajat untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah ini.

Salah satu kesimpulan yang dihasilkan dalam rapat tersebut adalah menyampaikan ucapan terimakasih di koran daerah kepada perusahaan-perusahaan yang menampung latihan kerja siswa. Ucapan terima kasih disampaikan segera setelah selesainya latihan kerja semua siswa. Cara ini diharapkan dapat menyenangkan perusahaan yang bersedia bekerjasama dengan sekolah, karena secara tidak langsung perusahaan dipromosikan oleh pihak sekolah. Keuntungan lainnya adalah masyarakat akan tahu bahwa sekolah telah bekerjasama dengan perusahaan dalam rangka mendidik para siswanya sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan di masyarakat terhadap sekolah.

26 Maret 2009

Peduli Pendidikan Gaya PKS

PKS (Partai Keadilan Sejahtera) sejak tahun 2004 memang telah menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Cara peduli seperti ini terutama terjadi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Setiap semester PKS mendatangi sekolah-sekolah, kemudian menemui para siswa yang mendapat peringkat 1 sampai 10. Para siswa tersebut ditawari beasiswa dalam bentuk kursus Bahasa Inggris.

Kepedulian PKS terhadap dunia pendidikan lainnya adalah memberikan bingkisan kepada para guru berprestasi dan guru sekolah pinggiran pada setiap peringatan Hari Pendidikan Nasional. Bagi masyarakat yang berharap agar dunia pendidikan memberikan bukti nyata bagi kemajuan bangsa ini, maka model yang telah dilakukan oleh PKS bisa dijadikan contoh. Kabupaten lain masih menunggu inisiatif PKS atau pihak lainnya untuk meniru keberuntungan Kota Banjarbaru.